SIM-OXY Antrean [Antrean Lama] 1. Ringkasan "SIM-OXY Antrean" adalah aplikasi manajemen nomor antrean pasien yang berjalan terpisah dari SyncMed (SIMRS OXY). Aplikasi ini terdiri dari tiga bagian utama yang bisa diakses dari Halaman Awal: Console BOX (untuk pasien/petugas mengambil nomor antrean), Display Antrean (layar TV penampil nomor antrean per lokasi), dan Admin Panel (untuk mengatur master data, memanggil antrean, serta melakukan mapping data). Poin Penting Aplikasi Antrean dan SyncMed adalah dua sistem yang terpisah dan tidak sinkron otomatis. Master data Poli dan Dokter di Antrean dibuat & dikelola sendiri (menu Master), terpisah dari master Poli/Dokter di SyncMed. Untuk menghubungkan pasien yang sudah registrasi di SyncMed dengan tiket antrean, petugas/admin perlu mengambil (copy) No. RM atau No. Registrasi dari SyncMed lalu memasukkannya secara manual ke Antrean — melalui kolom "Kode Booking" di Panggilan Loket, dan/atau menu Mapping Data. 2. Struktur Aplikasi Dari Halaman Awal, tersedia 3 pintu masuk: Console BOX — layar sentuh untuk pasien/petugas mengambil nomor antrean per loket. Display Antrean — layar TV yang menampilkan nomor antrean berjalan di lokasi tertentu. Admin Panel — dashboard back-office untuk mengelola master data, memanggil antrean, mapping data BPJS/SyncMed, dan pengaturan. Gambar 1. Halaman Awal — pintu masuk Console BOX, Display Antrean, dan Admin Panel. 3. Console BOX — Pengambilan Nomor Antrean Console BOX adalah layar tempat pasien atau petugas loket mengambil nomor antrean. Setelah memilih loket, sistem akan mencetak tiket nomor antrean secara otomatis. Gambar 2. Menu Pilih Loket di Console BOX: Pasien Baru, Pasien Poli, Pasien Terapis, Farmasi, Informasi, Check In. 3.1 Loket Pasien Baru Untuk pasien yang belum pernah terdaftar. Petugas/pasien bisa mengisi No. WhatsApp (opsional) agar sistem mengirimkan link pendaftaran online, lalu menekan tombol "AMBIL NO ANTREAN". Gambar 3. Loket Pendaftaran Pasien Baru 3.2 Loket Pasien Poli Alurnya dua tahap: pertama memilih poli tujuan, lalu memilih dokter praktik di poli tersebut. Gambar 4. Pilih poli tujuan — daftar poli dipaginasi (tombol NEXT untuk melihat poli berikutnya). Gambar 5. Setelah memilih poli (contoh: Poli Mata), pasien memilih nama dokter yang sedang praktik. 3.3 Loket Pasien Terapis Untuk pasien yang menuju unit terapi, dengan pilihan bagian: Fisioterapi, Okupasi Terapi, atau Terapi Wicara. Gambar 6. Pilih Bagian pada Loket Pasien Terapis. 3.4 Contoh Tiket Antrean Setelah loket/dokter dipilih, sistem otomatis membuka dialog cetak dan mencetak tiket berisi nomor antrean, sisa antrean, tanggal, dan nama loket/bagian (contoh pada gambar: tiket Fisioterapi nomor T1-001). Gambar 7. Tiket antrean tercetak otomatis (nomor T1-001, Sisa Antrian: 9). 3.5 Loket Farmasi Untuk pengambilan nomor antrean farmasi, dengan pilihan bagian: Non Racikan, Racikan, Depo Obat Lantai 1, 2, dan 3. Gambar 8. Pilih Bagian pada Loket Farmasi. 3.6 Loket Informasi Untuk kebutuhan non-medis, dengan pilihan bagian: Info Pengaduan, Info Pelayanan, Umum/Perusahaan, dan Konsultasi Dokter. Gambar 9. Pilih Bagian pada Loket Informasi. 3.7 Loket Check In Untuk konfirmasi kedatangan pasien yang sudah mendaftar lebih dulu lewat berbagai kanal, dengan pilihan cara daftar: Pasien Baru, Datang Langsung, Website/WA BOT, Mobile JKN, dan Cetak SEP. Gambar 10. Pilih Cara Daftar pada Loket Check In. 4. Display Antrean Menu ini menampilkan layar TV yang menyiarkan nomor antrean berjalan. Admin/operator memilih lokasi TV Display terlebih dulu (atau "Semua" untuk menampilkan semua lokasi sekaligus), lalu menekan tombol "Tampilkan Display Antrean". Gambar 11. Pilih Lokasi TV Display sebelum menampilkan layar antrean. Gambar 12. Pilihan lokasi TV Display yang tersedia: Semua, Apotek, Ruang Terapi 1/2/3, Ruang Admin, Poli Lantai 1/2/3. 5. Admin Panel (SIM-OXY Antrean) Admin Panel adalah dashboard back-office (login superadmin) untuk mengatur seluruh operasional antrean. Menu pada sidebar meliputi: Dashboard, Master (Poli, Dokter, User, List Konter Panggil, List Lokasi Display), Panggilan Loket, Farmasi Panggilan Loket, Data Antrian (termasuk Mapping Data), Tools, dan Setting. 5.1 Master Data — Poli Menu Master > Poli berisi daftar poli beserta "Kode Antrean" dan "Kode Poli" milik aplikasi Antrean sendiri. Kode dan penomoran ini dibuat manual oleh admin Antrean dan tidak otomatis mengikuti kode poli yang ada di SyncMed. Gambar 13. Master Data Poli — 14 data poli terdaftar (contoh 10 baris pertama ditampilkan). Kode Antrean Kode Poli Nama Poli B1 001 Poli Umum B2 002 Poli Gigi B3 SAR Poli Saraf B4 JAN Poli Jantung B5 IRM Poli Rehab B6 MAT Poli Mata B7 BED Poli Bedah B8 INT Poli Penyakit Dalam B9 JIW Poli Jiwa B10 OBG Poli Kandungan (Total 14 data poli terdaftar; 4 baris terakhir berada di halaman ke-2 tabel dan tidak tertangkap pada screenshot.) 5.2 Master Data — Dokter Menu Master > Dokter memetakan setiap dokter ke sebuah "Kode Antrean" dan poli tujuannya di aplikasi Antrean. Data ini juga terpisah dari master dokter SyncMed dan perlu dikelola/disesuaikan sendiri oleh admin. Gambar 14. Master Data Dokter — 37 dokter terdaftar (contoh 10 baris pertama ditampilkan). Kode Antrean Poli Nama Lengkap DM Poli Anak dr. Destya Maulani, Sp.A HS (kosong) dr. Hilmiyah Syam, Sp. THT ZA Poli Jantung dr. Zaenab Djafar, Mkes, SpPD,SpJP (K) FA Poli Kandungan dr. A Farid, Sp. OG DB Poli Penyakit Dalam dr. Dimas Bayu, Sp.PD EN Poli Penyakit Dalam dr. Endy Adnan, Sp.PD NR Poli Orthopedi dr. NUR RAHMANSYAH, Sp.OT KE Poli Penyakit Dalam dr. Andi Kartini Eka Yanti, Sp.PD MS Poli Jiwa dr. Mayamariska Sanusi, Sp.KJ RB Poli Bedah dr. Rizal Basry, Sp.B Perhatian Baris "HS" pada contoh di atas tidak memiliki data Poli (kosong) — ini menunjukkan risiko nyata: kalau mapping dokter↔poli di Antrean belum lengkap/tidak disesuaikan, tiket antrean dokter tsb tidak akan mengarah ke poli yang benar walau di SyncMed data dokter itu sudah lengkap.  5.3 Panggilan Loket Halaman ini dipakai operator loket untuk memanggil pasien. Operator memilih Devisi (loket), Nama Konter, dan Lokasi Display, lalu menekan "Proses" untuk memuat status antrean (Total Antrean, Antrean Saat Ini, Antrean Berikutnya, Total Dilayani, Sisa Antrean, Total Batal, Status Antrean). Di sisi kanan tersedia kolom "Kode Booking (Untuk Bridging Antrean BPJS)" beserta Nama Pasien dan Tanggal Lahir. Di sinilah data dari SyncMed/BPJS (kode booking atau nomor registrasi pasien) perlu dimasukkan secara manual agar panggilan antrean di Antrean bisa dihubungkan ke data pasien yang sesungguhnya di SyncMed. Gambar 15. Panggilan Loket — form Data Antrean dan kolom Kode Booking untuk bridging ke SyncMed/BPJS. Tombol aksi yang tersedia: Panggil Berikutnya, Panggil Ulang, Mulai Dilayani, Selesai Dilayani, dan Lewati/Batal Datang. 5.4 Farmasi Panggilan Loket Sama seperti Panggilan Loket, khusus untuk antrean farmasi. Operator memilih Jenis Resep (contoh: Non Racikan), Nama Konter, dan Lokasi Display, kemudian memproses panggilan dengan tombol aksi yang sama. Gambar 16. Panggilan Loket Farmasi. 5.5 Mapping Data — Menghubungkan Antrean ke SyncMed/BPJS Menu Mapping Data (di bawah Data Antrian) adalah tempat mencocokkan nomor antrean lokal dengan data registrasi/BPJS pasien yang sudah dibuat di SyncMed. Admin memilih Devisi (misalnya Poli Gigi (B2) atau Fisioterapi (T1)), menekan "Proses", lalu untuk tiap baris "No Antrean" (contoh: B2-1) menekan tombol "Input/Pilih" pada kolom Antrean BPJS untuk memasukkan data registrasi pasien yang bersangkutan. Gambar 17. Mapping Data — mencocokkan No Antrean (B2-1) dengan Antrean BPJS/SyncMed via tombol Input/Pilih. Kenapa Harus Manual? Aplikasi Antrean tidak memiliki integrasi/API otomatis ke SyncMed untuk data registrasi pasien. Setiap pasien yang mengambil nomor antrean di Console BOX baru menjadi tiket lokal (contoh: B2-1) — belum terhubung ke identitas pasien di SyncMed. Supaya operator tahu tiket antrean itu milik pasien siapa (dan supaya bisa dibridging ke antrean BPJS), No. RM / No. Registrasi pasien tsb harus dicopy dari SyncMed lalu di-input/dipilih di menu Mapping Data (atau kolom Kode Booking di Panggilan Loket). 5.6 Setting Antrean Menu Setting > Setting Antrean dipakai untuk mengatur ulang (reset/koreksi) angka penghitung antrean per Devisi: Total Antrean, Jumlah sudah dicetak, Jumlah sudah dipanggil, dan Jumlah sudah dilayani/selesai. Tersedia juga tombol "Halaman Cetak Antrean" untuk mencetak ulang. Gambar 18. Setting Antrean per Devisi. 6. Sumber Data: Registrasi Pasien di SyncMed Data pasien dan nomor registrasi yang perlu di-mapping ke Antrean berasal dari SyncMed, tepatnya dari halaman Registrasi Pasien. Halaman ini menampilkan data seperti No. RM, No. Kartu, Nama, TTL, Umur, Alamat, No. HP, tanggal & No. Registrasi, jenis pelayanan, serta DPJP (dokter penanggung jawab). Gambar 19. SyncMed — Registrasi Pasien, sumber No. RM dan No. Registrasi yang perlu dicopy ke aplikasi Antrean. 7. Ringkasan Alur Mapping Data Manual Pasien registrasi/berobat dicatat di SyncMed → tersedia No. RM dan No. Registrasi. Pasien mengambil nomor antrean di Console BOX (Antrean) → tiket lokal terbentuk (contoh: B2-1), belum terhubung ke data SyncMed. Admin/operator membuka SyncMed, mencari data pasien tsb, lalu copy No. RM / No. Registrasi. Admin masuk ke Admin Panel Antrean → menu Mapping Data (atau kolom Kode Booking di Panggilan Loket) → input/pilih data yang sudah dicopy. Setelah ter-mapping, operator bisa memanggil pasien lewat Panggilan Loket dengan data yang sudah terhubung ke SyncMed/BPJS. Pastikan Master Poli dan Master Dokter di Antrean sudah disesuaikan lebih dulu dengan data di SyncMed, karena keduanya adalah master yang terpisah.